Kadang orang berpikir juara adalah sesuatu hal yang harus didapatkan karena puncak dari sebuah pertandingan dan kekalahan adalah hal yang paling menyakitkan. Ya, mungkin itu memang benar akan tetapi juara sejati bukanlah ketika dia mandapatkan piala dalam sebuah pertandingan saja. juara sejati adalah bagi mereka yang mampu mengalahkan setiap ketakutan, ego, dan kecemaan dalam dirinya serta mampu mengontrol dirinya sendiri dalam mencapai tujuannya. Juara sejati tidak harus memenangkan pertandingan. Dan bagi mereka kekalahan bukan suatu kehancuran yang mempunyai akibat buruk akan tetapi kekalahan adalah sebuah pelajaran yang berharga bagi dirinya karena banyak hal yang terkandung di dalamnya. Mungkin salah satunya bisa mengetahui seberapa maksimal permainan yang dilakukan, atau seperti apa strategi yang di terapkan oleh dirinya ataupun musuh. Jangan pernah menutup pikiran kita dengan mengatakan kekalahan adalah kehancuran ataupun hal yang paling menyakitkan. Ketika kita sudah menanamkan sedikit pikiran itu dalam diri kita maka itu akan berpegaruh terhadap mental dan juga sikap bertanding. Jadi berpekirlah positif terhadap semua yang terjadi dan sebelum mengkoreksi orang lain maka belajarlah untuk mengkoreksi diri sendiri. Dengan kata lain berkacala pada diri di cermin ?
Setiap orang yang pernah mengalami kemenangan pasti akan belajar seperti apa dia mempereroleh kemenangan itu dan begitupun sebaliknya, orang yang kalahpun pasti akan lebih belajar dari kekalahan yang dialaminya dan mungkin akan lebih keras mempelajarinya. Tak ada orang yang menginginkan mendapatkan kekalahan untuk kedua kalinya ataupun berkali-kali kecuali bagi orang yang tidak mau belajar. Banyak hal yang dapat dipelajari dan banyak hal pula cara untuk mempelajarinya.
Namun ketika sudah memasuki tahap belajar, jangan pernah melupakan latihan atau pelajaran dasar yang dijalani karena ketika mempunyai dasar yang kuat maka akan lebih mudah dalam mempelajari setiap step by stepnya.
Yang patah disambung dan yang kurang dilatih.
Setiap langkah adalah proses.
Oleh karena itu tanamkanlah pikiran positif dalam diri untuk memperoleh jejak langkah yang positif pula dalam mencapai setiap tujuan.
Kibarkan terus semangatmu,,,,,,
Rabu, 29 Desember 2010
Selasa, 01 Juni 2010
Isi Pikiranku Saat Ini
Mungkin kita bisa mencoba untuk mengerti bagaimana perasaan seseorang. Namun hal tersebut tidak bisa dikatakan bahwa kita mengetahui apa yang mereka rasakan karena bagiku apa yang aku atau orang rasakan itu, hanya dia yang mengetahuinya.
Tak salah apabila ada orang mengatakan bahwasanya cinta sejati ataupun sahabat sejati itu sangat sulit untuk ditemui. kadang kita menganggap itu persahabatan tapi kita tak tau dasar dan latar belakang mengapa dia menyebutnya itu suatu persahabatan sejati ataupun cinta sejati. mereka terkadang hanya terbawa suasana ketika merasa nyaman atau senang. trus bagaimana dengan ketika keadaan itu berbalik menjadi suatu ketidak nyamanan ? apa masih bisa disebut sejati ?
kadang aku berpikir, apa mereka yang menyebut dirinya dalam suatu hubungan atau ikatan yang sejati itu mengerti kesejatian dari hubungan itu ?
Apa kita mampu untuk berkata yang sebenarnya dalam semua keadaan tanpa memanipulasi persepsi dengan mengatakan bahwa berbohong demi kebaikan ataupun untuk sesuatu yang menurut kita dapat membuat bahagia sahabat kita ?
Tapi kadang menurutku kebohongan tetap saja kebohongan walaupun menutup nutupi sesuatu yang membuat wahwa itu kurang baik. Apa sebaiknya jujur walaupun kita tau akhirnya menyakitkan tapi dengan penyampaian yang mungkin lebih mendalam,,,,,
Tak tau lah seperti apa jadinya....
Mungkin semua orang punya caranya masing-masing dalam dia memahami dirinya dan hidupnya yang membuatnya berpandangan apakah kesejatian itu memang benar ada baginya. Dan itu pun menurut persepsinya sendiri.
Namun pada dasar, suatu keberania itu sangat sulit untuk dilakukankan karena dengan keberanian orang mampu berpendapat dengan jujur dan sebenarnya seperti apa yang sebenarnya dia rasakan.
Tak salah apabila ada orang mengatakan bahwasanya cinta sejati ataupun sahabat sejati itu sangat sulit untuk ditemui. kadang kita menganggap itu persahabatan tapi kita tak tau dasar dan latar belakang mengapa dia menyebutnya itu suatu persahabatan sejati ataupun cinta sejati. mereka terkadang hanya terbawa suasana ketika merasa nyaman atau senang. trus bagaimana dengan ketika keadaan itu berbalik menjadi suatu ketidak nyamanan ? apa masih bisa disebut sejati ?
kadang aku berpikir, apa mereka yang menyebut dirinya dalam suatu hubungan atau ikatan yang sejati itu mengerti kesejatian dari hubungan itu ?
Apa kita mampu untuk berkata yang sebenarnya dalam semua keadaan tanpa memanipulasi persepsi dengan mengatakan bahwa berbohong demi kebaikan ataupun untuk sesuatu yang menurut kita dapat membuat bahagia sahabat kita ?
Tapi kadang menurutku kebohongan tetap saja kebohongan walaupun menutup nutupi sesuatu yang membuat wahwa itu kurang baik. Apa sebaiknya jujur walaupun kita tau akhirnya menyakitkan tapi dengan penyampaian yang mungkin lebih mendalam,,,,,
Tak tau lah seperti apa jadinya....
Mungkin semua orang punya caranya masing-masing dalam dia memahami dirinya dan hidupnya yang membuatnya berpandangan apakah kesejatian itu memang benar ada baginya. Dan itu pun menurut persepsinya sendiri.
Namun pada dasar, suatu keberania itu sangat sulit untuk dilakukankan karena dengan keberanian orang mampu berpendapat dengan jujur dan sebenarnya seperti apa yang sebenarnya dia rasakan.
Langganan:
Postingan (Atom)

